" MEDIA ONLINE BYAZ SURYA DJAGAD TIDAK BERTANGGUNG JAWAB APABILA ADA YANG MENGAKU WARTAWAN DARI MEDIA INI YANG NAMANYA TIDAK TERCANTUM DALAM DAFTAR ANGGOTA REDAKSI DAN CREW YANG TIDAK MEMENUHI TUGAS JURNALISNYA AKAN DI HAPUS DARI DAFTAR ANGGOTA." " Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akhirnya memberikan mandat kepada Joko Widodo ( Jokowi) sebagai calon Presiden 2014." " Para penyelidik yang melakukan pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 kini punya kekhawatiran besar. Dikhawatirkan, pesawat yang hilang tersebut saat ini berada di bagian paling dasar Samudera."
Home » » Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Minyak Kelapa Sawit

Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Minyak Kelapa Sawit

Written By Byaz.As on Jumat, 08 November 2013 | 19.00

Jakarta -Untuk menekan impor BBM, PT PLN (Persero) sebenarnya bisa mengembangkan pembangkit listrik yang berbahan bakar CPO atau minyak sawit. Namun investasi awalnya perlu dana lagi.

Saat ini Indonesia memang tengah diganggu oleh peningkatan impor migas termasuk BBM, yang membuat neraca perdagangan negatif. Bila konsumsi BBM PLN bisa ditekan, maka kebutuhan impor bisa dikurangi.

"Untuk mendorong konsumsi bahan bakar nabati (BBN) ada beberapa hal yang dilakukan PLN seperti pembangkit diesel PLN yang biasanya mengkonsumsi 600.000 kiloliter (KL) per tahun, mengganti bahan bakarnya dengan B10, jadi 60% solar dan 40% biofuel," ungkap Direktur Utama PLN Nur Pamudji dalam Rapat Dewan Energi Nasional (DEN) ke-11 di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (8/11/2013).

Nur Pamudji menambahkan, saat ini PLN telah mendatangkan mesin-mesin khusus untuk pembangkit listrik dengan mesin berbahan bakar 100% CPO.

"Kita punya pembangkit listrik yang bisa bahan bakarnya 100% dari CPO, jadi tidak perlu lagi diolah menjadi B10, namun untuk ini PLN harus mengeluarkan dana investasi lagi," ungkapnya.

Program PLN mendorong konsumsi biofuel seperti mandatori Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terbentur dana. "Karena harga CPO sendiri hampir sama dengan harga solar, saat ini sekitar Rp 9.000 per liter, bahkan pada 2011 harga CPO jauh lebih mahal dari pada solar, ini tentunya akan berpengaruh pada bengkaknya subsidi listrik," katanya. (Sumber Detik.com)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Support : FB REDAKSI | IN TV | CV KOMBIS SOLID
Copyright © 2011. BSDJ TV - All Rights Reserved
Template Created by MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad