" MEDIA ONLINE BYAZ SURYA DJAGAD TIDAK BERTANGGUNG JAWAB APABILA ADA YANG MENGAKU WARTAWAN DARI MEDIA INI YANG NAMANYA TIDAK TERCANTUM DALAM DAFTAR ANGGOTA REDAKSI DAN CREW YANG TIDAK MEMENUHI TUGAS JURNALISNYA AKAN DI HAPUS DARI DAFTAR ANGGOTA." " Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akhirnya memberikan mandat kepada Joko Widodo ( Jokowi) sebagai calon Presiden 2014." " Para penyelidik yang melakukan pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 kini punya kekhawatiran besar. Dikhawatirkan, pesawat yang hilang tersebut saat ini berada di bagian paling dasar Samudera."

Test Footer

BERITA TERBARU
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Kopasus Perbaiki Saluran Air Bersih Di Lereng Kelud

Written By Byaz.As on Sabtu, 22 Februari 2014 | 07.00

SuryajagadNews.com - Pasca erupsi Gunung Kelud, Jumat (11 /2/14) kondisi Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri tampak porak poranda. Seluruh akses jalan tertutup, listrik padam, sumber air pun tertutup oleh material erupsi kelud. Dalam rilisan Merdeka.com diberitakan, Satgas Bencana Kelud Kopassus pimpinan Mayor Inf Wahyu Yuniartoto dengan 41 personel, menggunakan 5 Unit Truk NPS Kopassus, 1 unit mobil khusus Evakuasi (Hagglund) dan 1 unit ambulans bergerak menembus jalan kampung yang tertimbun abu vulkanik setebal 60 cm.

Situasi sangat memprihatinkan, warga kekurangan air bersih, 9 bahan pokok dan kesehatan mereka sangat buruk.

Ketika pemerintah Jawa Timur menginformasikan penurunan status dari awas ke siaga, Dansatgas Mayor Inf Wahyu Yuniartoto, Jumat (21/2/14) langsung membentuk tim berjumlah 25 orang. Terdiri dari anggota Kopassus, Kodim, relawan dan dinas PDAM .

Tim ini bertugas menyusuri saluran pipa air yang mengalirkan ke 3 desa yaitu Desa Puncu, Desa Asmorobangun dan Desa Sata yang berjumlah 25 ribu warga. Perjalanan ke sana memakan waktu 4 jam.

Dengan menyusuri medan terjal Satgas Kopassus yang beranggotakan 25 orang tersebut terus menanjaki lereng gunung Kelud. Medan yang terjal sangat menghambat pembawaan pipa yang dibawa dengan cara dipanggul secara bergantian.

Pada ketinggian 1055 Meter di atas permukaan air laut Tim menemukan titik air yang mengalami kondisi rusak parah. Pipa patah sepanjang 25 m.
 
Cuaca saat itu sudah mulai turun hujan. Debit air pun sudah mulai naik. Walaupun kondisi cuaca sudah mulai hujan pekerjaan untuk menyelamatkan jiwa masyarakat harus tuntas.

Akhirnya pemasangan pipa selesai tepat pukul 12.45 WIB, Sekarang warga kecamatan Puncu sudah bisa menikmati air bersih lagi.(Sumber)

Fenomena Lukisan Alam Di Langit Saat Gunung Kelud Meletus

Written By Byaz.As on Jumat, 14 Februari 2014 | 15.00

Suryajagad.com Blitar - Gunung Kelud tengah meletus berhasil diabadikan oleh seorang warga Blitar. Selain kilatan petir, semburan material vulkanik dari kawah Kelud terekam jelas.

Namun foto yang diabadikan Alif, warga yang tinggal di Desa Kotes, Kecamatan Gantusari, Kabupaten Blitar, bila diamati dengan seksama di bagian atas gumpalan asap menyerupai wajah atau kepala burung hantu.
 

Letusan Gunung Kelud memang sangat berbahaya. Namun di sisi lain, saat fenomena itu terjadi, tampak sebuah lukisan alam yang indah di langit Kediri, Jawa Timur. 

Sesuai rilisan dari Detik.com  Alif menjelaskan, suara gemuruh dan petir terdengar sejak pukul 23.30 WIB hingga 02.00 WIB. Hujan kerikil sempat terasa menimpa kediaman Alif dan keluarganya yang berjarak 30 Kilometer dari Kelud.

"Suara gemuruhnya sangat kencang sekali dibarengi petir," kata Alif lewat pasangmata.com, Jumat (14/2/2014).
Peristiwa letusan terjadi mulai pukul 22.50 WIB. Suara gemuruh dan petir lalu terdengar hingga tiga jam berikutnya. Lava pijar yang merah menyala juga terlihat dari desa tersebut.

Percaya nggak percaya tak perlu ditafsirkan macam-macam. Fenomena di tengah semburan ini memang bisa saja terjadi, bergantung bagaimana menafsirkan. Pastinya semua kita serahkan pada yang kuasa.
( Sumber)

Kemampuan Usman Harun Luar Biasa

Written By Byaz.As on Rabu, 12 Februari 2014 | 08.15

Suryajagad.com - Pemerintah Singapura memprotes penyematan nama Sersan Usman Haji Mohamad Ali dan Kopral Harun Said pada salah satu dari tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) baru milik TNI AL. Lantas, apa saja spesifikasi kapal buatan BAE System Marine Inggris tersebut?

Berdasarkan rilisan Sindonews dari sejumlah situs militer, diketahui spesifikasi kapal tersebut dilengkapi dengan misil MBDA Exocet Block II anti-ship serta VL MICA antiair.

Misil Exocet mampu melesat hingga 72 km dengan kecepatan 1,134 km per jam. Sedangkan, VL Mica mampu melesat hingga 80 km untuk menjatuhkan serangan pesawat tempur.

Kapal perang kelas korvet dengan bobot 1.940 ton ini juga dilangkapi meriam Oto Melara 76mm sebagai pertahanan. Meriam ini dapat digunakan sebagai pertahanan atas tembakan kapal lawan dan menargetkan serangan udara. Terpasang di dek bagian depan.

Selain itu, senjata ini mampu menembakkan 110 butir amunisi dengan jarak tembak sejauh 16 km. Terdapat juga dua peluncur torpedo triple tube kaliber 324mm.

Dari jenis senjata yang disebutkan tadi, semua sudah bukan barang baru bagi awak kapal tempur TNI AL, kecuali satu, yaitu rudal anti serangan udara Mica. Alasannya jelas, bahwa seumur-umur SAM VLS belum pernah digunakan TNI AL.

Keunggulan lainnya, kapal ini memiliki sensor dan radar jammer yang lihai memantau pergerakan kapal musuh. Thales Sensors Cutlass 242 dan Scorpion radar jammer ini mampu mencegah serangan dari kapal musuh.

Sebagai alat penggerak, kapal ini dilengkapi empat mesin MAN 20 RK270 yang dipasang di kedua sisi kapal. Sehingga, kapal ini mampu melesat dengan kecepatan hingga 30 knot.

Rencananya, kapal ini akan tiba di Indonesia pada menjelang akhir tahun. Indonesia memesan tiga kapal sejenis yang diberi nama masing-masing KRI Bung Tomo, Usman-Harun dan John Lie. Ketiganya merupakan pahlawan nasional Indonesia.

Sekadar informasi, kapal ini sebelumnya dibuat khusus untuk Angkatan Laut Kerajaan Brunei Darussalam. Pada tahun 1995 kontrak pembuatan kapal ini dimulai dan diluncurkan secara berturut-turut pada Januari 2001, Juni 2001 hingga Juni 2002.

Seharusnya kapal ini sudah dipindahtangankan pada Brunei pada Juni 2007. Namun, pemerintah Brunei memutus perjanjian dengan alasan kekurangan personel untuk mengoperasikannya.

Pihak Brunei lantas menghubungi perusahaan German Lrssen untuk mencari pembeli baru. Lima tahun kemudian, Indonesia baru menyatakan tertarik membeli ketiga kapal itu dan diharapkan dapat beroperasi dalam kurun 2013-2014.

Seperti diketahui, Singapura memprotes penamaan KRI Usman Harun karena keduanya merupakan tokoh yang ditangkap dan dihukum gantung oleh pemerintah Singapura atas tuduhan melakukan pengeboman di sekitar MacDonald House di Orchard Road, Singapura pada 10 Maret 1965. Jenazah keduanya pun telah dimakamkan di taman makam pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
( Sumber)

F 16 Singapura Provokasi Indonesia

Written By Byaz.As on Sabtu, 08 Februari 2014 | 10.30

Suryajagad.com - Setelah Australia melakukan provokasi di laut selatan Indonesia dalam rangka menghalau pencari suaka, kini Singapura melakukan hal yang sama dengan melakukan “Show of Force” angkatan udara-nya dilangit Pulau Batam. Singapura mungkin jengkel, TNI-AL tetap bersikeras menamai sebuah Korvet Ragam Class dengan nama KRI Usman-Harun. Usman-Harun merupakan dua orang marinir asal Indonesia yang dihukum gantung di Singapura karena dituduh melakukan pengeboman di Singapura pada era Operasi Dwikora tahun 1965. Tapi, di Indonesia Usman - Harun di anggap Pahlawan Nasional.

Seperti diberitakan Tribunnews.com,
Jumat (7/2/2014), sekitar pukul 14.30 WIB sebuah pesawat tempur Singapura yang diperkirakan jenis F-16 terbang rendah diatas langit Batam dengan kecepatan sedang.Menurut saksi mata, saking rendahnya, sisi kanan dan kiri sayap pesawat itupun dapat jelas terlihat, dan selang beberapa detik berikutnya, pesawat serupa menyusul di bagian belakang.  Seperti pesawat sebelumnya, sisi kanan dan kiri pesawat tampak kosong alias tak membawa peralatan tempur semisal bom.
Saya kira, ketegangan Indonesia dengan negara tetangga baik di Utara maupun selatan akan terus berlanjut. Aktor intelektual yang menyebabkan mulai memanasnya kawasan ASEAN adalah Australia. Hal ini tidak terlepas sikap keras kepala Tony Abbot terkait operasi kedaulatan perbatasan Ausralia. Bahkan untuk memperluas operasi tersebut, Australia berusaha mendekati Malaysia dengan cara menghibahkan dua buah kapal patroli ke Angkatan Laut Malaysia. Sudah jelas kemana langkah Australia! Malaysia dan Singapura sebagai negara persemakmuran akan ditarik ke aliansi Ausi-AS dalam rangka menghadapi ancaman musuh dari utara Australia, yakni China dan Indonesia.
Dalam rilisan kompasiana.com dijelaskan langkah yang harus diambil Indonesia adalah harus tegas terhadap Singapura dan Australia. Beberapa waktu lalu Indonesia telah mengirimkan KRI Kelas Ahmad Yani dan beberapa KRI lainnya ke perbatasan laut selatan. Hal yang sama harus dilakukan Indonesia di Utara dengan memindahkan armada tempur lautnya disekitar selat Malaka. Kemudia Pangkalan TNI-AU di Pekan Baru, Medan dan Supadio Pontianak yang dihuni Pesawat Hawk 100/200  harus segera diganti dengan pesawat tempur baru seperti SU-35. F-16 block 52 Singapura bukan lawan tanding Hawk sebagai tulang punggung Kohanudnas di bagian Barat Indonesia.

Kemudian Markas Marinir di Pulau Nipah perlu ditempatkan sebuah peluru Kendali atau roket seperti MLRS Altros yang bisa menjangkau Pulau Singapura. Sebenarnya dengan Artileri Medan buatan Prancis saja sudah bisa menjangkau Singapura. Hanya dengan tembakan roket MLRS Marinir atau Artileri dari Batam, Singapura yang wilayahnya se-upil bisa dengan mudah dibumi-hanguskan, apalagi jika dilakukan operasi amphibi dan serangan udara.

Indonesia juga harus segera merealisasikan Kapal Selam Kilo untuk menghadapi Kapal Selam Kelas Collin Australia dan Singapura. Kemudian Personil Paskhas di Batam, Pekan Baru dan Medan perlu dibekali dengan rudal anti pesawat Qian Wei seri 2 dan 3 buatan RRC. Indonesia juga harus memiliki rudal jelajah S-300 dan Yakhont untuk ditempatkan di Pulau Sumatera dan Kalimantan.


Jangan main api Singapura dan Australia, kalau bisa Malaysia jangan terjebak politik adu domba Ausralia. Penamaan sebuah KRI dengan nama Pahlawan Nasional adalah hak Indonesia, Singapura tidak boleh intervensi. (Sumber)

Dukun Politik Di Era Modern

Written By Byaz.As on Minggu, 02 Februari 2014 | 15.00


Suryajagad.com - Ternyata orang yang berintelektual juga masih percaya dengan dukun. Inilah kenyataan pahit yang harus kita telan pahit-pahit di era modern kali ini. Semakin banyak orang yang menggunakan jalan pintas untuk meraih apa yang mereka inginkan. Dan untuk acara politik Terbesar tahun ini tentunya dukun politik semakin di cari. 

Tanggal 9 april 2014, tahun politik yang di nanti-nantikan oleh rakyat indonesia. Tahun di mana akan terbentuk sistem kenegaraan yang baru dengan wajah dewan perwakilan rakyat yang baru juga. Namun dengan segala kampaye di media cetak sampai elektronik tak cukup membuat mereka percaya diri untuk di pilih rakyat. Dan salah satu trend untuk pemenangan pemilu dan caleg adalah dengan mendatangi orang yang mengaku bisa membantu memenangkan si caleg untuk bisa menjadi anggota dewan. Tragis memang, orang yang berintelektual secara fisik tidak menjamin menggunakan cara yang berintelek juga.

Sekitar satu bulan yang lalu, di acara salah satu stasiun televisi swasta yang bertema dukun politik mengahadirkan dua sosok yang mengaku bisa membantui klien untuk bisa menang dalam ajang perpolitikan. Dan yang sangat menakjubkan satu diantara mereka menyebutkan nominal sesuai dengan jabatan yang dicalonkan… WOW.., orang tersebut menyebutkan untuk anggota dewan saja bisa sampai ber M..M. Aksi promosi pun mereka gencar kan dengan bentuk brosur-brosur yang menarik. Dan lagi-lagi, satu diantara dua orang tersebut berkeyakinan bisa 100 % membuat klien nya menjadi anggota dewan dengan cara dia. 

Lagi-lagi tragis, bisa disimpulkan dunia perpolitikan ternyata sudah tercemari dari mulai awal proses pemilihan calon. Jadi jangan kaget jika di tengah jalan, banyak anggota dewan yang korupsi, banyak anggota dewan yang tidur di tengah rapat serta banyak anggota dewan yang kerjanya tidak beres.( Sumber kompasiona.com)

Awal Mula Tionghoa Ada Di Nusantara

Written By Byaz.As on Sabtu, 01 Februari 2014 | 09.00


Suryajagad.com - Dinasti Ming runtuh pada tahun 1644 dan digantikan berdirinya Dinasti Ch'ing. Di masa Dinasti Ch'ing ini perdagangan Tiongkok dengan Asia Tenggara kembali dibuka.

Hal ini mendorong mengalirnya para imigran terutama dari Provinsi Hokkian/Fujian (sekitar Amoy)/Xiamen) dan Kwantung/Guangdong (sekitar Macao dan Canton/Guangzhou). Dari sinilah, orang Tionghoa menyebar ke berbagai negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Orang Tionghoa sudah datang ke Indonesia sebelum orang Belanda. Sebelum kedatangan Belanda, orang Tionghoa hidup dengan damai. Mata pencaharian mereka dengan berdagang, bertani, dan menjadi tukang.

Hampir seluruh orang Tionghoa tidak membawa istrinya saat hijrah ke Indonesia. Memang pada saat itu, orang Tionghoa dilarang membawa istrinya karena seorang perempuan dilarang keluar dari Tiongkok.

Hingga akhirnya, mereka pun menikahi sejumlah perempuan Indonesia yang akhirnya membuahkan benih seorang peranakan Indonesia-Tionghoa. Perkawinan dua bangsa ini diadakan secara meriah dan mahal dengan adat istiadat dan kebiasaan bangsa Tionghoa.

Orang Tionghoa ini tetap bermukim di perantauan sampai beberapa keturunan tanpa pernah kembali ke negeri asal mereka. Mereka pun membaur dengan bahasa, makanan, pakaian, dan agama di Indonesia.

Mereka memeluk agama Islam dan menolak makan babi dan menjalankan adat istiadat penduduk asli. Kurang lebih 5.000 orang Tionghoa datang ke Batavia. Tahun 1683, jumlah orang Tionghoa berkembang pesat di Pulau Jawa.

Jumlah penduduk Tionghoa lantas melebihi 100.000 orang pada permulaan abad ke-19. Mereka hidup menyebar ke seluruh Pulau Jawa, ke daerah pedalaman dan di sepanjang pesisir utara.

Selama tinggal di tanah Indonesia, orang Tionghoa dikenal rajin dan pintar mencari uang apalagi di bidang perdagangan. Tanpa adanya orang Tionghoa, Pulau Jawa bukan merupakan koloni yang menguntungkan. Hal itu disebut dalam buku berjudul 'Tionghoa dalam Pusaran Politik' terbitan TransMedia tahun 2008. Semua industri, penyulingan alkohol dan pembuatan alat rumah tangga semua karena tangan orang Tionghoa.

Orang Tionghoa yang sudah lama tinggal di Indonesia juga sangat dekat dengan raja-raja dan kraton Jawa. Banyak juga yang diberi gelar bangsawan oleh raja Jawa dan dinikahkan dengan putri kraton.

Atau sebaliknya, banyak juga putri dari orang Tionghoa yang dijadikan selir oleh raja-raja Jawa. Di antaranya Putri Cina yang dijadikan istri Sunan Gunung Jati dari Cirebon. Perkawinan silang budaya, etnis, negara ini pun membuahkan keturunan.(Sumber merdeka.com)

Siapa Kandidat Kuat Satrio Piningit ke-7 Pilpres 2014?

Written By Byaz.As on Rabu, 29 Januari 2014 | 09.30


Suryajagad.com - Alkisah, negeri “antah berantah” makin resah oleh naiknya suhu percaturan politik dalam perpolitikan catur saat bidak-bidak berkompetisi promosi menjadi raja. Kegelisahan bertambah-tambah karena tingkah ‘para perwira’ semakin hilang arah dari tuntunan pakem lakon sejarah. Gajah-gajah, kuda-kuda, benteng-benteng dan menteri-menteri, aktor utama perpolitikan catur politik makin menggelitik sekaligus membuat bulu kuduk bergidik.

Republik-demokratik yang mestinya identik dengan daulat rakyat-mayoritas rakyat-wong cilik dibolak-balik di atas papan polemik, intrik dan konflik elit politik. Kisah politik. Kaum elit polahe pletak-pletik, kaum alit-kecil pol-polane ngitik, ujung-ujungnya cuma mengekor saja.

Republik seharusnya res-publica, rakyat berdaulat-kuasa, bukan papan terbuka segelintir elit untuk perebutan tahta dan harta. Demokrasi seharusnya demos-cratein,pemerintahan daulat rakyat, bukan demo-kreasi, ajang adu-rekayasa berongkos raksasa dengan menghamburkan uang negara, menggeser hak rakyat untuk sejahtera.

Alhasil, pesta demokrasi republik akhirnya menjadi pesta demon-crazy dalam repot-publik, ‘setan-setan’ berpesta menggila, merepotkan dan menguras deposit energi negeri triliunan kalori perhari. Hari-hari publik semakin pelik,wong cilik semakin tercekik, rakyat senen-kemis di ambang putus asa, lalu harus bagaimana?

Masa depan suram, akhirnya harapan ‘terpaksa’ bertumpu pada mitos, kisah, pekabaran silam dan legenda, bahwa “Satrio Piningit akan datang di ujung zaman sebagai Ratu Adil, utusan dewa batara juru selamat umat manusia. 

Tanpa harapan, bagaimana spesies manusia akan bertahan dalam seleksi alam dalam pertarungan peradaban? Ini hanya sepenggal kisah, tapi apa bedanya kisah dengan sejarah? Bukankah sejarah dan pahlawan hanyalah kumpulan kisah heroik  sebuah bangsa, gabungan antara kejadian nyata atau legenda, plus sedikit rekayasa ‘juru tulis’ penguasa lalu diresmikan di kitab-kitab tebal perpustakaan nasional? Dalam sejarah ada kisah, dalam kisah ada sejarah, percampuran mitos, gugon tuhon, fakta, obsesi, teori dan filosofi yang dikemas brilian untuk kemudian dijadikan panduan ber-tata masyarakat, tata bangsa dan tata negara.

Angka-angka selalu menyimpan rahasia. 7 hari dalam sepekan, 7 lapis langit dan bumi, 7 warna pelangi, 7 rongga tubuh utama, 7 jam ideal waktu kerja, 70 tahun usia rata-rata manusia, 70.000 malaikat penjaga. 7 keajaiban alam tak henti mengundang pesona. 

7 abad siklus revolusi peradaban dunia, pencerahan Isa Al-Masih awali Masehi, revolusi jahiliyyah abad ke-7 Jazirah Arabia, revolusi industri abad ke-14 Eropa, dan konon akan menyala api revolusi peradaban abad ke-21 di bumi Timur. Lalu dikaitkan dengan kejayaan nusantara 700 tahun silam, Majapahit era Gajah Mada. Kini, NKRI akan memasuki usia 70 tahun pada 2015. Langkah-langkah kaki presiden  RI 1 ke 7 makin nyaring terdengar menuju singgasana.

Ramalan Jangka Jayabaya mengingatkan. 7 Satrio piningit Ronggowarsito dikabarkan: Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro dan Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. 6 dari 7 satrio berurutan ditafsirkan.  Bung Karno, Pak Harto, Habibie, Gus Dur, Mbak Mega, dan SBY. Tinggal satu lagi, satrio piningit ke-7, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu, sang Ratu Adil RI-1 niscaya ‘naik tahta’ pada pilpres 2014 mendatang. Siapakah gerangan dia, adakah bisa dikenal ciri-cirinya?

Digambarkan oleh R. Ng. Ronggowarsito, “Ratu Adil” atau “Satrio Piningit" ksatria tersembunyi memiliki segala sifat adil-ideal pemimpin, tokoh suci bagaikan bunga teratai putih yang harum semerbak, laksana bunga pandan tersembunyi di kelebatan daunnya. 

Keadilan dan kebijaksanaannya bisa diterima semua kalangan, rakyat dan para pembesar lapang dada menerima segala keputusannya dan tunduk terhadap perintahnya. Dia adalah tokoh pemimpin religius, Resi Begawan(Pinandito), senantiasa bertindak atas dasar hukum Tuhan, dan ia akan membawa Nusantara menuju kejayaa, gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kertoraharjo, melimpah sumber daya alam dan subur-makmur, aman, tentram, dan sejahtera?

Siapakah gerangan dia sang satrio piningit itu? Mencermati perkembangan terkini, mungkinkah dia adalah 1 dari 7 satrio yang diusung oleh 7 parpol? Mungkinkah dia Hatta Rajasa (PAN), Kristiani Yudhoyono (Demokrat), Aburizal Bakrie (Golkar), Prabowo Subianto (Gerindra), Wiranto (Hanura), Megawati Soekarnoputri (PDIP) atau Surya Paloh (Nasdem)? Adakah di antara mereka yang memenuhi kriteria sebagaimana sekilas disifatkan di atas? Jawabannya cukup di simpan dalam renungan saja.

Mungkinkah dia adalah 1 dari 7 kandidat alternatif  ini? Sri Mulyani Indrawati, Yusuf Kalla, Hidayat Nur Wahid, Suryadarma Ali, Muhaimin Iskandar, Sri Sultan Hamengkubowono X atau Puan Maharani? Pertanyaan yang sama, jawaban yang sama. Ataukah dia muncul dari calon independen, kuda hitam dan bukan orang politik? Ada Dahlan Iskan, Jokowi, Mahfud MD, Soekarwo, Djoko Suyanto, Fadjroel Rahman atau  K.H. Abdullah Gymnastiar? Pertanyaan dan jawaban yang masih sama.

Tak ada jawaban jelas dan pasti. Yang jelas dan pasti, satrio piningit adalah ksatria terpingit, alias disembunyikan. Bisa benar-benar tersembunyi dan baru muncul pada detik-detik akhir jejer pengantin di pelaminan singgasana, atau bisa juga secara simbolik sebagai kuda hitam, sudah dikenal tapi tidak diprediksi bakal naik tahta, seperti kemunculan SBY pada pilpres 2004. 

Bukankah pahlawan adalah produk sejarah yang muncul dari persilangan ruang-waktu dalam ketepatan momentum secara kebetulan? Atau kadang mutlak merdeka dari campur tangan ruang-waktu lalu muncul sebagai kebenaran? Misteri selalu menjadi misteri, seperti misterinya angka 7 dalam berbagai peristiwa di alam semesta.

Yang penting, kisah satrio piningit, Ratu Adil, dan misteri angka 7 cukuplah sebagai renungan bersama untuk tidak mengulang cerita  “Republik Burnaskopen dan Sindroma Mpu Gandring” kisah ketidaksabaran manusia dalam perebutan tahta yang akhirnya merenggut 7 nyawa aktor utama politik akibat kutukan. Blunder sejarah selalu berujung petaka. 

Biarlah kisah dan sejarah berjalan sesuai alur yang fitrah. Diterima atau disanggah ia tetap khazanah hikmah, ‘pesan langitan’ bahwa bumi pertiwi sedang meresah-gelisahkan poros roda republik yang makin menyimpang dari track sejarah.

Dalam ‘pertarungan’ politik sebagai konsekuensi logis dari pilihan berdemokrasi, satrio piningit akan lebih logis-demokratis jika dimaknai sebagai satrio pinilih, pemimpin terbaik hasil pemilihan, penyulingan saripati cratein-publica-rakyat. Thomas Jefferson menafsir demokrasi sebagai ‘agama publik’, bonum commune-publicum, suara rakyat adalah suara Tuhan. Untuk sekali saja biarkan Tuhan berbicara dengan bahasa Indonesia lewat nilai-nilai luhur demokrasi Pancasila. 

Siapapun dia yang akhirnya ‘naik tahta,’ semua ‘wajib ‘ain untuk legowo menerima keputusan Tuhan memingit dan memilih pemimpin bangsa. Tentunya Dia tidak akan salah pilih, dan tentunya sang ratu adil akan benar-benar menjadi ratu yang adil, menegakkan keadilan, mengembalikan hak-hak rakyat yang bertahun-tahun terlunta-lunta, dan menghukum para durjana yang sekian lama menghisap darah orang-orang tak berdosa.

Sembari menunggu waktu berlalu, semua bisa ber-introspeksi-muhasabah agar tidak mengulang blunder sejarah, belajar menempa kearif-bijaksanaan dalam mempersiapkan dan menentukan pilihan. Memingit satrio piningit dan memilih satrio pinilih dengan hati bersih, melangkah dan meraih tahta ratu adil dengan cara-cara adil. Masa depan Indonesia tergantung dari pilihan setiap jiwa manusia Indonesia. Mungkin misteri akan mulai terkuak 777 hari lagi, di akhir bulan 7 pada 2014 nanti, di mana masa depan bangsa dipertaruhkan.
 
Akhir kisah, biarlah sejarah menjadi sejarah, akankah kembali hadir di sini kejayaan nusantara, atau menunggu 70 tahun lagi pada putaran kisah sejarah 7 satrio piningit jilid dua, waktu yang akan berbicara. Atau mungkin menanti 700 tahun lagi dalam siklus revolusi peradaban dunia selanjutnya di abad ke-28, itupun kalau ‘tuan rumah’ belum berpindah ke Afrika. 

Semua hanya bisa berharap, semoga sejarah tidak berakhir sebagai sekedar kisah negeri “antah-berantah”, ketika sekelompok makhluk luar angkasa menggali situs purbakala dalam observasi dunia di tahun 90012, terbaca dalam sekelumit berita di media alam semesta, bahwa, “Di tanah ini, 70.000 tahun silam pernah berdiri sebuah negara demokrasi dengan nama, Republik Indonesia. (Sumber kompasiana.com)…

Ibas Ikut Panen Raya Jagung Di Karang Anyar Ngawi

Written By Byaz.As on Selasa, 28 Januari 2014 | 17.00


Suryajagad.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono berkunjung ke sentra pertanian jagung di daerah pemilihannya Kecamatan Karang Anyar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Sambil berdiskusi dengan para petani, mencicipi produk-produk panganan yang berasal dari jagung.

Seperti bothok jagung, nasi jagung, perkedel jagung dan emping jagung yang disediakan ibu-ibu dari Gapoktan Desa Mengger. Di kawasan pertanian jagung yang luasnya hampir 1000 Ha tersebut,
Ibas juga turut memanen jagung sekaligus mengajak para petani untuk terus meningkatkan produksi jagung nasional. 

Dalam rilisan merdeka.com dijelaskan, Ibas berterima kasih kepada para petani jagung yang telah bekerja keras serta berupaya meningkatkan pertanian jagung.

"Terima kasih kepada para petani jagung yang telah bekerja keras menghasilkan jagung yang berkualitas, bukan hanya sebagai panganan pokok, tapi semua bagian dari tanaman jagung dapat di manfaatkan. Ini merupakan potensi yang harus terus dioptimalkan dan mari kita terus tingkatkan produktivitas pertanian jagung nasional," ujar Putra bungsu SBY tersebut Di hadapan Gapoktan, Muspida dan masyarakat Desa Mengger, Kecamatan Karang Anyar, Kabupaten Ngawi.

Ditambahkan lagi oleh Ibas, saat ini pemerintah tengah berupaya meningkatkan infrastruktur serta sarana prasarana pertanian. Selain itu, Program Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) dalam kurun waktu 2008-2013 untuk 47 000 desa se-Indonesia, dengan anggaran lebih dari 4,7 Triliun terus digalakkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani.

"Melalui Program Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), para petani diberikan penyuluhan bagaimana meningkat produksi, mengolah hasil panen, agar memiliki nilai ekonomis yang dapat meningkatkan kesejahteraan “ jelas Ibas.
 
Bukti keseriusan pemerintah terhadap pertanian jagung nasional tercermin dari meningkatnya produksi hasil jagung nasional. "Produktivitas jagung harus ditingkatkan, saat ini produksi jagung di tingkat nasional sebesar 19 juta ton, meningkat 8 ton dibanding produksi tahun 2004," tutur Ibas.(Sumber)

Pemerintah Harus Lebih Serius Lindungi Kasus TKI

Written By Byaz.As on Rabu, 22 Januari 2014 | 18.34


Suryajagad.com - Pemerintah dinilai masih kurang serius melindungi para tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, termasuk dari ancaman penganiayaan. Hal ini terbukti dengan mencuatnya kasus penganiayaan oleh majikan terhadap Erwiana Sulistyaningsih, 20, TKI asal Ngawi yang bekerja di Hong Kong.

Dalam kutipan solopos.com diuraikan bahwasanya kuasa hukum Erwiana dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Sarli Zulhendar, saat menggelar jumpa pers di RSI Amal Sehat Sragen, Rabu (22/1/2014). Disampaikannya, dalam kasus yang dialami Erwiana, pemerintah ikut andil bertanggung jawab lantaran gadis asal Ngawi tersebut kehilangan haknya untuk mendapatkan perlindungan sebagai TKI. 

“Negara punya kewajiban. Tidak hanya fokus untuk menempatkan, tetapi juga melindungi. Dalam kasus Erwiana negara telah abai dan gagal melindungi hak warga negaranya,” urai dia.

Lantaran hal itu, pihaknya menyatakan kasus yang dialami Erwiana tak dianggap selesai hanya sampai pada proses hukum kepada majikan. Pihaknya juga meminta agar pemerintah tak hanya memberikan sanksi secara administrasi kepada agen penyalur Erwiana.

 “Tidak hanya dituntut secara administrasi, tetapi juga melalui hukum dan itu memungkinkan. Ini agar memberikan efek jera. Kalau pemerintah tidak bisa melakukan itu, bubarkan saja BNP2TKI,” tegasnya.

Terkait proses penyelesaian hukum yang dialami Erwiana, Sarli menjelaskan pihaknya kini masih fokus dalam penyembuhan TKI asal Ngawi tersebut. Dia menjelaskan terdapat sejumlah hak yang dilanggar majikan Erwiana diantaranya hak untuk tidak disiksa dan diintimidasi serta hak mendapatkan upah.

Di sisi lain, pihak kepolisian Hong Kong kembali melakukan pemeriksaan lanjutan dan mengambil sidik jari Erwiana. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) yang digunakan untuk melakukan penuntutan majikan di Hong Kong.

Sementara itu, Ketua Tim Dokter yang menangani Erwiana, Iman Fadli, menjelaskan kondisi Erwiana berangsur membaik selama dirawat di RSI Amal Sehat. “Dia bisa duduk walaupun hanya sebentar karena kalau duduk terlalu lama dia pusing. Kami masih melakukan perawatan,” katanya.

Imam juga menyampaikan setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan melalui CT-Scan dan didapatkan hasil terdapat pembengkakan jaringan otak, Erwiana pada Rabu menjalani pemeriksaan melalui magnetic resonance imaging (MRI). Hanya saja, pihaknya belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan melalui MRI tersebut. Disinggung Erwiana diperbolehkan keluar dari rumah sakit, Iman menyampaikan paling cepat dalam dua pekan ke depan. (Sumber)

            Redaksi@Suryajagad.Com

Hasil Survei Prabowo Ungguli Jokowi

Written By Byaz.As on Selasa, 14 Januari 2014 | 12.00

Suryajagad.com - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, bersyukur melihat elektabilitas Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Probowo Subianto dapat mengalahkan Ketua Umum PDIP Megawati dan Gubernur DKI Joko Widodo. Menurutnya, survei bukan salah satu ukuran untuk memenangkan Pilpres 2014.

Baginya, yang terpenting adalah Gerindra harus sukses lebih dulu di Pemilu legislatif. "Kami sangat bersyukur sekali, survei itu bukan potret massa penentu. Yang terpenting kan tanggal 9 April nanti," kata Fadli di Morrisey Serviced Apartment & Hotel, Lecture Room, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam kutipan merdeka.com dijelaskan Fadli bahwa hasil survei tersebut bukan upaya satu-satunya menjadi kemenangan pemilu 2014. Pasalnya, setiap survei akan selalu dinamis dan terus berubah-ubah setiap saat. "Namanya juga survei yah selalu dinamis," jelasnya.

Lebih lanjut, hingga saat ini partainya sudah mengambil sikap bahwa Prabowo Subianto sebagai kandidat Capres dari Partai Gerindra.

"Sebenarnya Kongres Luar Biasa sudah ditetapkan pencapresan Pak Prabowo. Tapi kalau deklarasi itu soal yang mudah tapi kita lihat momennya," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, hasil survei lembaga riset Vox Populi Survey menunjukkan elektabilitas Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mencapai mencapai 33,1 persen berhasil mengalahkan elektabilitas Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mencapai 15,4 persen, sementara Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendapatkan 10,1 persen. (Sumber)


  
         Redaksi@Suryajagad.Com

Kenaikan Harga Elpiji Kado Special Pertamina Untuk Rakyat

Written By Byaz.As on Sabtu, 04 Januari 2014 | 18.00

Suryajagad.com - Awal tahun ini rakyat dikejutkan oleh dua fenomena yang bisa diibaratkan sebagai madu dan racun. diresmikan bersamaan pada 1 Januari 2014, Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) bagaikan madu yang bias membantu dari segi kesehatan masyarakat, Namun kenaikan harga elpiji (LPG)  yang mencapai 70 persen untuk tabung 12 kg meracuni anggaran rumah tangga masyarakat.

Seperti rilisan dari Trinunnews.com dijelaskan, dampak kenaikan harga gas elpiji 12 kg mencapai 30-40 persen membuat masyarakat menjadi beralih menggunakan gas elpiji 3 kg. Dengan kenaikan sebesar itu, maka Pertamina menjual gas 12 kg ke agen penjual dengan harga Rp 117.708 per tabungnya. Padahal, sebelumnya, harga gas 12 kg hanya sebesar Rp 70.200 per tabungnya.

Tapi kenyataannya, masyarakat banyak yang mengeluhkan harga yang dijual eceran ke masyarakat oleh pengecer jauh dari harga yang ditetapkan Pertamina. Bahkan, harga jual dari satu daerah dengan daerah lainnya bisa berbeda.

Dalam kutipan Merdeka.com Wakil Presiden Boediono menggelar rapat koordinasi (Rakor) membahas kenaikan harga elpiji non subsidi 12 Kg, digelar selama 3 jam di Istana Wakil Presiden, Sabtu (04/01/2014). Namun, Wakil Presiden Boediono tidak memaparkan hasil rapat atau sikap pemerintah atas kebijakan Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kg.

Wakil Presiden Boediono hanya menyampaikan bahwa hasil rapatnya selama 3 jam tadi akan segera dibawa ke meja presiden.

"Kita menyimpulkan sesuatu laporan yang kita laporkan ke pak presiden apa yang dibahas. Dilaporkan besok, barangkali ada penjelasan dari pertemuan itu. Besok ada semacam pembahasan bapak Presiden dan menteri-menteri terkait dan Dirut," ujar Boediono saat konferensi pers di Istana Wapres.

Mantan Gubernur BI ini mengaku, rapat tadi membahas detail kebijakan yang baru diumumkan Pertamina soal kenaikan elpiji non subsidi 12 Kg. Termasuk soal pasokan gas di masyarakat. " Laporan-laporan di lapangan beberapa pandangan dari masyarakat, mengecek aspek-aspek yang lain dari segi pandangan para menteri," Jelasnya.

Pemerintah meminta agar pasokan gas elpiji 12 Kg tetap tersedia dan tidak mengalami kelangkaan. " Kita coba amankan suplai di lapangan agar tidak ada kekurangan-kekurangan. Akan kita amankan kebutuhannya. Apa yang dibahas akan kita simpulkan dan kita analisa pada rapat besok bersama Presiden," Tegasnya. ( Sumber )

           
           Redaksi@Suryajagad.Com

Gerindra Dan Demokrat Makin Mesra

Written By Byaz.As on Kamis, 26 Desember 2013 | 16.03


Suryajagad.com - Mendekati Pemilu 2014, Partai Demokrat mulai melakukan penjajakan dengan partai-partai lain. Salah satunya dengan partai yang sering mengkritisi kebijakan pemerintah, Partai Gerindra.

"Sekarang penjajakan pasti dilakukan. Tidak menutup kemungkinan berkoalisi juga dengan Gerindra," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf dalam jumpa pers mengenai Kaleidoskop 2013 bersama Pimpinan Fraksi Partai Demokrat Kamis (26/12/13).

Seperti kutipan merdeka.com, saat ditanyakan, apakah Demokrat siap menyandingkan calon presidennya dengan Gerindra, Nurhayati mengatakan, partai menunggu hasil pemilihan legislatif. Termasuk apakah wakil Demokrat siap ditempatkan hanya sebagai calon wakil presiden?
 
"Nanti habis pileg. Saya kira nunggu habis pileg," Jelas Nurhayati.
Pada Selasa (24/12) kemarin, ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowobertemu dengan SBY yang juga ketua umum Partai Demokrat di kantor Presiden, Jakarta.

 
Pertemuan tersebut tentunya bukan pertemuan biasa. Sebab, jika dua elite partai bertemu tentunya memiliki agenda politik tertentu. Apalagi pertemuan di kantor Presiden kali ini merupakan yang kedua setelah pertemuan pertama di kantor Presiden digelar pada Senin (11/3/13) lalu.
 
"Tadi saya diterima Bapak Presiden sebagaimana saudara ketahui, secara berkala memang sudah beberapa saat beberapa kali menghadap presiden," ujar Prabowo, Selasa, (24/12/13).
 
Prabowo mengakui dalam pertemuan itu dibicarakan soal soal kondisi politik dan tukar pandangan. "Kita tukar pandangan, saya berkonsultasi kepada beliau tentang ekonomi, perkembangan politik, kita tukar menukar pandangan," ujar Prabowo. ( Sumber )

  
          Redaksi@Suryajagad.Com

RUU Desa Disahkan, Urbanisasi Bisa Ditekan

Written By Byaz.As on Kamis, 19 Desember 2013 | 08.00

Suryajagad.com - Setelah mengalami proses pembahasan yang panjang, akhirnya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Desa disahkan oleh DPR untuk menjadi undang-undang. Dalam proses pengesahan, ada beberapa pandangan yang diberikan dari fraksi-fraksi soal RUU tersebut. Salah satunya soal waktu jabatan kepala desa yang dinilai lebih baik hingga 8 tahun.

Seperti rilisan dari merdeka.com di jelaskan, Pada pasal 39 ayat 1 menyatakan kepala desa memegang jabatan selama 6 tahun terhitung sejak tanggal pelantikan. Dan ayat 2, kepala desa sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dapat menjabat paling banyak 3 kali masa jabatan secara berturut-turut atau tidak secara berturut-turut.

"Kita setuju (disahkan), dengan harapan kesejahteraan segera tercapai. Namun Fraksi PKB perlu beri catatan, PKB mengusulkan agar masa jabatan kades 2 kali selama 8 tahun. Artinya, setiap kali 8 tahun," ujar anggota DPR dari Fraksi PKB Abdul Kadir Karding dalam interupsi rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/12/2013).

Dalam kutipan tribunnews.com dituturkan , ada hal baru dan penting diatur dalam UU itu khusus terkait pembangunan desa. Diantaranya soal anggaran buat desa yang mencapai rata-rata sekitar Rp 1 miliar per desa per tahun. Dengan kata lain ada desa yang mendapat anggaran di atas Rp 1 miliar dan ada yang di bawah Rp 1 miliar per tahun. 

"Alokasi anggarannya disesuaikan dengan kondisi desa, jumlah penduduk, luas wilayah, infrastruktur desa, dan sebagainya," kata Anggota Pansus RUU Desa Budiman Sudjatmiko di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (18/12/2013). 

Anggaran untuk desa ini diatur pada Pasal 72 yang dananya bersumber dari APBN serta paling sedikit 10 persen dari dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota dalam APBD setelah dikurangi oleh Dana Alokasi Khusus. Disebutkan bahwa pengelolaan keuangan desa ini nantinya dilimpahkan sebagian kewenangan kepada perangkat desa yang ditunjuk. 

Menurut Budiman Sudjatmiko alokasi dana untuk desa yang diatur dalam UU Desa yang baru ini mengukuhkan kenaikan anggaran yang dikelola desa. Selain itu, PKB juga mengkritisi isi pasal 72 ayat 2 yang menyatakan bantuan dana dari APBN dilakukan secara bertahap. PKB meminta agar dana transfer dilakukan menyeluruh, bukan bertahap.

"Kita berharap dana transfer daerah tidak diberikan bertahap ke desa tapi sekaligus. Dan terakhir, selama ini pemilihan kades hasil urunan. Dalam UU ini, kami berharap akomodasi penuh biaya pemilihan kades ditanggung APBD," tegas dia.

Fraksi PPP tanpa memberikan catatan menyatakan setuju dengan RUU tentang Desa yang segera disahkan oleh DPR. Begitu juga dengan Hanura yang sepakat UU ini demi kemaslahatan rakyat desa. "Untuk kemaslahatan desa, kami setuju UU ini," kata Sekretaris Fraksi PPP Arwani Thomafi.

Sementara Partai Demokrat , Golkar, PDIP , PKS, PAN, Gerindra tanpa memberikan catatan sepakat dengan UU ini. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso yang memimpin rapat paripurna kali ini pun akhirnya mengesahkan RUU tentang Desa untuk menjadi UU tentang Desa.

"Saatnya saya menanyakan kepada saudara dewan yang terhormat, apakah RUU tentang Desa ini bisa disetujui untuk menjadi UU?" tanya Priyo."Setuju," ucap para anggota dewan dan ketuk palu tanda RUU tentang Desa disahkan menjadi UU.Keputusan ini pun disambut teriak histeris setuju dan tepuk tangan para kepala desa yang hadir di Balkon paripurna DPR. (Sumber )


          Redaksi@Suryajagad.Com

Dari Putri Indonesia Sampai Tahanan KPK

Written By Byaz.As on Senin, 16 Desember 2013 | 08.30


Suryajagad.com - Angelina Patricia Pingkan Sondakh atau Angelina Sondakh atau biasa dipanggil Angie (lahir di Australia, 28 Desember 1977; umur 36 tahun) adalah artis dan politisi Indonesia. Ia menjadi tersangka kasus korupsi dan suap terkait pembahasan anggaran proyek Wisma Atlet Palembang korupsi dan politikus Indonesia. Ia mulai dikenal setelah terpilih menjadi pemenang kontes kecantikan Puteri Indonesia 2001. Selanjutnya, ia terjun ke dunia politik dan terpilih sebagai Anggota DPR Republik Indonesia periode 2004-2009 dan 2009-2014 dari Partai Demokrat. Pada tahun 2012, ia menjadi tersangka kasus suap wisma atlet SEA Games yang melibatkan sejumlah politikus Indonesia lainnya.

Dalam rilisan suaramasa.com di jelaskan bahwa Angie lahir di New South Wales, Australia dan merupakan putri dari Lucky Sondakh. Ia meniti pendidikan dasar Laboratorium IKIP diManado, Sulawesi Utara dan Sekolah Menengah Pertama Katolik Pax Christi Manado serta Sekolah Menengah Uumum Negeri 2 Manado. Ia juga belajar di Year 9-10 Presbyterian Ladies College, Sydney, Australia dan Year 11 Armidale Public High School, Armidale, Australia serta Unika Atmajaya Jakarta, Fakultas Ekonomi Pemasaran.

Pada tahun 1993, dia meraih penghargaan “Outstanding effort in maths, textile & design and scripture” Presbyterian Ladies Collage, Sydney dan “Certificate of merit in chemistry” Armidale public High School Armidale, NSW (1994) serta Juara III Puteri Ayu Manado (1995). Sejumlah penghargaan diraih pada tahun 1995, yaitu: Juara I dan Juara Favorit Puteri Pixy Manado; Juara I dan Favorit Cewek Keren Manado; Juara I dan Puteri Intelegensia, Puteri Kencana Manado; Juara I Puteri Pantai Manado; Juara I dan Puteri Intelegensia sebagai Puteri Simpatik Manado; Juara I Wulan Minahasa; dan Juara I, Favorit & Busana Terbaik, Puteri Cempaka Manado. Pada 1996, dia meraih Juara I Noni Sulut, Juara I lomba Pidato Bahasa Inggris se-Sulut, Juara I Lomba Debat Ilmiah se-Sulut, dan Juara I Penataran P-4 Unika Atmajaya serta Juara I Lomba Pemandu Wisata Sulawesi Utara (1997).

Pada tahun 1999, dia meraih gelar Miss Novotel Manado dan Miss Novotel Indonesia (2000) serta Puteri Indonesia tingkat Sulawesi Utara (2001). Sejumlah penghargaan tersebut kemudian menjadi bekal untuk berkompetisi pada ajang kontes kecantikan bertajuk Puteri Indonesia dam akhirnya terpilih menjadi pemenang Puteri Indonesia 2001. Pada 17 Agustus2002, dia meraih Penghargaan Satya Karya Kemerdekaan dari Menteri Sosial Republik Indonesia. Pada pemilu tahun 2004, dia terpilih sebagai Anggota DPR Republik Indonesia dariPartai Demokrat. Dalam kepengurusan partai, dia menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.

Penangkapan Wafid Muharam (Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga), Mindo Rosalina Manulang (Direktur Marketing PT Anak Negeri), dan M El Idris (Manajer Marketing PT Duta Graha Indah) oleh KPK turut menyeret namanya bersama Muhammad Nazaruddin yang menjabat Bendahara Umum Partai Demokrat. Atas kasus tersebut, Partai Demokrat membentuk dua tim untuk menelisik keterlibatan dua kader partainya. Pada September 2011, dia dipanggil KPK dan menjalani pemeriksaan selama sedikitnya 8 jam.

Dalam kurun waktu 2003-2010, kekayaan janda mendiang Adjie Massaid ini naik secara drastis. Jika jumlah hartanya dalam LHKPN pada 23 Desember 2003 berjumlah Rp. 618.263.000 (Rp 600 juta) dan US$ 7.500, kemudian, jumlah kekayaannya mencapai Rp 6,15 miliar. Artinya, terjadi kenaikan sekitar 10 kali lipat. Berdasarkan LHKPN per 28 Juli2010 yang dilansir KPK, dia memiliki kekayaan Rp 6.155.441 dan US$ 9.628. Itu terdiri dari harta bergerak, tak bergerak, batu mulia, surat berharga serta giro dan setara kas. Harta bergerak meliputi tanah seluas 1000 meter persegi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang dibeli setelah tahun 2003. Ia juga memiliki tanah dan bangunan 316 meter persegi dan 1760 meter persegi di Jakarta Timur. Ia juga menjual tanah dan bangunan seluas 144 meter persegi dan 85 meter persegi di Kabupaten Tangerang, Banten.

Besaran harta kekayaan tak bergerak pada 23 Desember 2003 hanya Rp 151.663.000. Harta tak bergeraknya melonjak tajam nilainya hingga Juli 2010. Terhitung 21 Juli 2010, harta tak bergerak Angie mencapai Rp 2.825.824.000,-. Sedang harta bergerak meliputi mobil BMW X5, Honda CR-V, Kijang Innova, motor BMW, dan alat transportasi lain bermerek Bombardier. Semua harta bergerak yang disebutkan itu baru dimiliki Angie selepas tahun 2003. Sementara harta bergerak yang dimiliki hingga 2003 adalah mobil Hyundai Trajet dan Toyoto Vios. Keduanya sudah dijual selepas 2003.

Harta bergerak yang milik Angie juga melonjak tajam. Jika hingga 23 Desember 2003 hanya Rp 377.900.000,-, maka per 21 Juli 2010 menjadi Rp 1.184.000.000,-. Sedangkan batu mulia, barang seni, dan antik yang dimiliki hingga 21 Juli 2010 nilainya mencapai Rp 165.000.000,-. Harta berupa surat berharga mencapai Rp 1.210.000.000. Untuk giro dan setara kas mencapai Rp 770.617.388 dan US$ 9.479 hingga 21 Juli 2010. Besaran ini meningkat tajam dari jumlah giro dan setara kas hingga 23 Desember 2003 yang hanya Rp 50 juta dan US$ 7.500. Menurut pengakuannya, semuanya diperoleh dari warisan mendiang suami yang juga politisi separtai.

Ketika pada Jumat, 3 Februari 2012, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan dia sebagai tersangka korupsi proyek wisma atlet di Palembang. Penetapan sebagai tersangka korupsi disampaikan Ketua KPK Abraham Samad di Gedung KPK, Jalan Kuningan, Jakarta Selatan. Pengumuman itu bertepatan dua hari menjelang peringatan satu tahun meninggalnya Adjie Massaid. Dalam persidangan terdakwa kasus suap wisma atlet, Muhammad Nazaruddin disebutkan adanya uang Rp 2 miliar ke Angelina dan I Wayan Koster sebesar Rp 3 miliar . Dia juga telah dicegah untuk tidak bepergian keluar negeri selama 3 Februari 2012-3 Februari 2013.

Ancaman hukuman sesuai Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 atau Pasal 12 huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Di antara 3 pasal alternatif tersebut, Pasal 12 huruf a memuat ancaman hukuman paling berat. Pasal 12 huruf a menyebutkan, pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya, dianggap melakukan tindak pidana korupsi. Ancamannya, pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun ditambah denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Terhitung sejak Jumat, 27 April 2012, KPK telah menahan Angie di Rumah Tahanan Salemba cabang KPK di Kuningan (Jakarta Selatan) untuk 20 hari ke depan. Pernikahannya dengan Adjie Massaid pada 29 April 2009 berakhir setelah Adjie meninggal dunia pada 5 Februari 2011. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Keanu Jabaar Massaid (lahir 9 September 2009). 

Setelah namanya disebut terkait korupsi proyek wisma atlet SEA Games di Palembang dan dipanggil KPK untuk dimintai keterangan, namanya mulai dikaitkan menjalin asmara dengan seorang penyidik di KPK berininsial “BS”. Sejumlah media menyebut, BS adalah Raden Brotoseno. (Sumber )

  
            Redaksi@Suryajagad.Com

Rakyat Mulai Bosan Dengan Politik Media Dan Pertarungan Wacana

Written By Byaz.As on Minggu, 01 Desember 2013 | 07.30

Suryajagad.com - Kata yang terucap dari lisan dan dari sanubari hati ketika melihat pemberitaan baik di media cetak ataupun elektronik , antara suka atau tidak suka melihat dan membaca semua pemberitaan akhir-akhir ini penuh dengan rekayasa palsu, penuh dengan kepentingan golongan atau partai politik tertentu dengan tujuan menjatuhkan lawannya dalam sebuah pertarungan dalam demokrasi. Berita seperti ini kurang tepat untuk ditampilkan khalayak umum khususnya masyarakat Indonesia. Sebab berita hari ini akan menjadi sejarah baru bagi para generasi muda yang akan melanjutkan estafet perjuangan membangun bangsa.

Negara Jepang bangkit dari keterpurukan berkat  isi berita televisinya 90% adalah berita tentang pendidikan, teknologi dan wirausaha. Sehingga masyarakatnya yang tidak bisa sekolah atau yang tidak punya biaya belajar mereka melalui televisi. Faktor yang membuat seperti itu berjalan lancar dibantu oleh pemerintahnya .

Akhirnya bangsa Jepang yang dulunya bangsa yang tertinggal, hanya dalam 30 tahun lamanya menjadi salah satu bangsa yang berkuasa didunia  setelah dua kotanya Hirosima dan Nagasaki  di hancurkan Amerika Serikat pada perang dunia kedua tahun 1945 silam.

Informasi seperti inilah seharusnya yang ditampilkan oleh semua media cetak maupun elektronik Negara Indonesia. Agar generasi muda Indonesia tidak terkotori oleh perilaku para pejabat-pejabat koruptor, tindakan kekerasan, pergaulan sex bebas dan Pemerintah serta semua media harus berani meminimalis berbagai tayangan yang mampu memicu terjadinya perbuatan negatif.

Apabila kita flashback ke belakang sedikit masyarakat sudah bosan dengan penampilan ataupun tayangan di berbagai media terkait semua pemberitaan tersebut. Sebab kebangkitan dan kehancuran bangsa hari ini juga ditentukan oleh para medianya. (Byaz)

              Redaksi@Suryajagad.Com

Polwan Polrestabes Surabaya Berjilbab Saat Bertugas

Written By Byaz.As on Jumat, 22 November 2013 | 13.00

Surabaya - Ada yang berbeda dan lain dari pada biasa di kantor Polrestabes  Surabya, sejumlah anggota polisi wanita (Polwan) Polrestabes Surabaya, Jawa Timur tersebut dibolehkan memakai jilbab saat bertugas mulai hari ini, Jumat (22/11/2013). Setidaknya, ada sekitar 40 dari 146 anggota Polwan, baik dari Polrestabes Surabaya maupun Polsek sudah memakai jilbab.

"Ini sesuai instruksi langsung dari Bapak Kapolri, Jendral Polisi Sutraman. Dari 146 Polwan, anggota Polrestabes Surabaya, ada sekitar 40 Polwan yang mengenakan jilbab saat bertugas," Ungkap Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta.


menurut kutipan dari meredeka.com , Kapolrestabes  juga memperbolehkan Polwan anggota Polrestabes Surabaya maupun Polsek jajaran dibolehkan memakai jilbab karena sesuai dengan Qodratnya sebagai wanita muslim.


Anggota Satlantas Polrestabes Surabaya Briptu Ulfa Dewi, menyambut baik perhatian pimpinan yang membolehkan anggotanya memakai jilbab saat bekerja. " Meski saat bertugas, saya tidak merasa risih atau canggung, apalagi zaman sekarang model jilbab sudah sangat fleksibel," Jelas Polwan tersebut.


Sayangnya, jilbab-jilbab yang dikenakan para Polwan ini, masih sebatas swadaya sendiri. Untuk selanjutnya, kepolisian akan memfasilitasi dan menyeragamkan seluruh jilbab yang dikenakan para Polwan.


"Saat ini masih sebatas swadaya dari masing-masing individu. Untuk selanjutnya akan difasilitasi sesuai dengan masing-masing fungsi, seperti Lalu Lintas, Reskoba, Pam Obvit, Intel dan Propam, nanti akan ada seragamnya sendiri-sendiri," ujar Kombes Pol Setija Junianta. (sumber)


               Redaksi@Suryajagad.com

Gerindra Menang, Prabowo Jadi Presiden

Written By Byaz.As on Minggu, 08 September 2013 | 13.30

Ngawi – Rapat konsolidasi Partai Gerindra di gelar di RM.DUTA  Jl.Raya Ngawi – Solo km 6 Ngawi pada hari Minggu (8/9/2013) dalam rangka menuju sukses pemilihan umum legislatif dan pemilihan Presiden 2014.
Rapat konsolidasi tersebut di hadiri oleh Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur Hadi Supriyatna yang menjabat DPR RI komisi 9 ini di hadiri oleh Ketua DPC , Wakil DPC  Kabupaten Ngawi  dan 186 undangan dari semua Calon legislatif serta semua pengurus Parta Gerindra Kabupaten Ngawi.

Dalam sambutannya Ketua DPD Jawa Timur mengajak untuk semua calon legislatif saling bekerja sama untuk memenangkan dalam Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014, “Ada enam modal Gerindra agar bisa menang. Pertama, Gerindra punya ideologi yang jelas yaitu kebangsaan, kerakyatan dan religius. Kedua, punya manifesto perjuangan dan program aksi yang nyata dan terukur .

Ketiga, ada kandidat Capres terkuat yaitu Prabowo Subianto. "Keempat, infrastruktur makin kuat dari pusat hingga ranting. Punya DPR-DPRD, gubernur, wakil gubernur hingga bupati wali kota. Kelima, masih punya waktu untuk konsolidasi. Keenam, momentum politik. Partai relatif bersih, solid, dan kader-kader  yang semangat.

Keenam modal inilah, yang membuat Gerindra yakin bisa memenangkan Pemilu 2014. Sebagaimana ditunjukkan hasil survei INES, juga mengarah ke sana. Hal itu semakin menguatkan dan mendorong Gerindra untuk mengoptimalkan enam modal tersebut. Dengan kerja keras, dukungan rakyat akan semakin bertambah buat Gerindra, “ tandasnya.

Pemilu Legislatif yang akan digelar pada 9 April 2014, tahun depan. Sebanyak 15 partai peserta Pemilu yang terdiri dari 12 partai nasional dan 3 partai lokal (Aceh) akan bertarung memperebutkan kursi legislatif di tingkat kabupaten/kota, propinsi, dan pusat (nasional). 12 Partai nasional dimaksud yaitu: (1) Partai NasDem; (2) PKB; (3) PKS; (4) PDI Perjuangan; (5) Partai Golkar; (6) Partai Gerindra; (7) Partai Demokrat; (8) PAN; (9) PPP; (10) Partai Hanura; (14) PBB; dan (15) PKP Indonesia. Sementara 3 partai lokal Aceh (dan nomor urutnya) yang akan bertarung yaitu Partai Damai Aceh (11); Partai Nasional Aceh (12); dan Partai Aceh (13). Pertarungan itu juga melibatkan 6.576 Caleg DPR RI, ribuan Caleg DPD RI, dan puluhan ribu Caleg DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Untuk itu dari dini Partai Gerindra sudah menyiapkan strategi khusus untuk memenangkan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014, seperti yang di ungkapkan Wakil DPC Partai Gerindra Awan Sutiknar A.Md yang tahun 2014 masuk DAPIL 6 Kec Mantingan, Kec Widodaren dan Kec Karanganyar Kabupaten Ngawi,” Semua kader Partai Gerindra telah menyiapkan strategi khusus untuk memenangkan Pemilu Legislatif dan pemilu presiden 2014, untuk itu mohon doa restu dan dukungannya ,” jelasnya. (Byaz)

      Redaksi@Suryajagad.com
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : FB REDAKSI | IN TV | CV KOMBIS SOLID
Copyright © 2011. BSDJ TV - All Rights Reserved
Template Created by MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad